Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Kajian » Nasehat Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thahir RA

Nasehat Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thahir RA

(62 Views) April 14, 2018 8:16 am | Published by | No comment

Orang-orang yang dekat dengan Allah SWT laksana magnet yang bisa menarik siapa saja yang berada di sekitar mereka untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Mereka bagaikan berdaya listrik, mereka mampu ‘mengisi ulang’ setiap iman yang cahayanya mulai redup akibat ‘timbunan’ dosa-dosa.

Beruntung sekali apabila kita berkesempatan bertemu denga orang-orang pilihan ini. Kita akan bisa memperbaharui energi iman kita dengan memandang wajahnya dan mendengarkan nasehat-nasehah yang mengalir dari lisannya.

Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thahir mengingatkan kita akan pentingnya memiliki kedekatan dengan para ulama yang shaleh. Berikut nasehat beliau kepada kita yang disampaikan sekitar 200 (dua ratus) tahun lampau:

“Ketahuilah, sesuatu yang paling mujarab untuk ‘mempercantik’ hati, memancing ampunan atas dosa-dosa kita, menepis kegundahan hati dan mengundang segala kesenangan rohani, adalah menghadiri majelis para wali, shalihin, ‘alim ulama yang berhati khusyu’ yang mengamalkan pengetahuannya, serta para ahli ibadah yang memiliki sifat zuhud.

Merekalah manusia-manusia yang apabila kita pandang, maka akan mampu mengingatkan kita kepada Allah SWT. Ucapan-ucapan mereka mampu ‘menggiring’ kita kepada rahmat-Nya.

Cahaya mereka menaungi siapa saja yang di dekat mereka. Akhlak mereka yang indah, akan menjadi contoh nyata bagi kita. Amalan-amalan mereka yang hebat membuat nafsu kita semakin merasa kerdil dan terutama adalah keberkahan Allah SWT yang melalui mereka akan dapat kita raih, baik di kehidupan ini maupun di alam yang akan datang.
Dekat dengan mereka adalah suatu keutamaan yang besar, memandang mereka bernilai ibadah. Cinta kepada mereka akan membuahkan keberuntungan. Siapa yang duduk di dekat mereka bakal memetik cahaya kebahagiaan dan meneguk tetesan rasa cinta.

Kapankah diriku akan memandang mereka???
Kapankah mata ini menatap mereka ataupun telinga ini mendengar kabar tentang mereka ???

Barang siapa dikaruniai kesempatan untuk duduk bersama atau sekedar memandang mereka, maka seyogyanya ia meyakini bahwa kesempatan itu adalah karunia teragung dalam rentan usia hidupnya.

Hendaklah ia memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin dan melazimkan diri untuk selalu berada di dekat mereka dengan perasaan cint, hormat, husnudzan (berbaik sangka), bertatakrama yang baik (lahir maupun batin). Raihlah manfaat dan berkah mereka, teladani lah mereka. Setiap insan kelak akan dikumpulkan bersama siapa yang ia cintai dan baik buruknya seseorang tergantung pada pergaulannya.

Mereka penabur hidayah di tengah manusia, maka sungguh beruntung siapa yang memandang mereka dan duduk di dekat mereka walau sejenak di sepanjang usia hidupnya. Mereka lah suatu kaum yang menjadi hasratku dan haluanku diantara hamba-hamba-Nya. Cinta kepada mereka telah bersemi di relung hatiku. Mereka adalah para penyangdang ma’rifat, pemilik kebeningan kalbu dan pelaksana budi pekerti.

Ada baiknya kita berceremin kepada anjing Ashabul Kahfi yang dengan setia menemani tuanya. Berkat selalu barsama mereka, anjing itu menjadi beruntung hingga disebut bersama mereka di dalam Al-Qur’an dan kelak ia akan dikumpulkan bersama mereka di dalam surga.

Perhatikanlah kertas sampul yang menempel pada Al-Qur’an itu, ia menjadi mulia dan tak boleh disentuh kecuali oleh mereka yang telah bersuci, berkat menempel pada Kalamullah. Begitulah gambaran dalam berkawan dan bergaul.
Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda: “Perumpamaan kawan yang shaleh itu seperti penjual minyak misik. Engkau bakal diolesi minyak itu dengan gratis atau minimal engkau akan mencium aroma harum darinya.”

Categorised in:

No comment for Nasehat Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thahir RA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *