Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Info & Berita » Saat Air Mata Menjadi Saksi Abadi Kepergian Sang Wali Ra Lilur

Saat Air Mata Menjadi Saksi Abadi Kepergian Sang Wali Ra Lilur

(105 Views) April 12, 2018 8:56 am | Published by | No comment

Namanya tdk asing bagi warga jawa timur khususnya di Bangkalan Madura. Nama lengkapnya Khalilur rahman begitu gagah segagah nama leluhurnya, mbah Khalil guru Mbah Hasyim Asy’ari (pendiri NU).

Kewafatannya hari selasa Malam dan dimakamkan kemarin Rabu siang, menjadi viral di berbagai mesia sosial. Sosok yg saat hidupnya begitu nyentrik dihantarkan dengan tangis ribuan pasang mata pengagumnya yg datang dari seantero Madura dan sekitarnya.

Saat hidupnya, Ra Lilur terkesan tdk mau tahu dengan orang2 sekitarnya, walaupun sebenarnya peduli (tdk ditampakkan). Beliau menjalani hidupnya sesuai dgn yg beliau maui. Tapi masyarakat lebih mafhum siapa beliau sebenarnya.

Ya, masyarakat mengenalnya sebagai sosok kyai nyentrik yg tdk menggunakan simbol2 keulama’annya. Beliau lbh suka memakai kaos singlet putih, celana setengah lutut dan hisapan rokok yg menjadi ciri khasnya. Intinya, beliau dicap sebagai sosok waliyullah.

Dalam dunia kewalian, ada banyak tingkatan2 di dunia yg tdk semua orang bisa memahaminya. Tidak kurang dari 550 wali2 Allah sesuai dgn kepangkatan dan karomah yg Allah berikan kpd mereka.

Pangkat2 kewalian tersebut ada yg sdh terkenal di kalangan ulama’ dan di kalangan masyarakat umum dan ada pula yg belum dikenal. Di bawah ini saya sebutkan Pangkat2 yg terkenal dalam dunia kewalian adalah sebagai berikut :

1. Wali Qutub/Ghouts yang jumlahnya hanya 1 orang saja.  Beliau ini adalah pimpinan/panglimanya para wali. Konon katanya kyai Kholil Bangkalan dan Kyai Hasan pesantren Zainul Hasan Genggong berada di maqom ini. Wallahu a’lam bishshowab.

2. Wali Aimmah yang jumlahnya hanya 2 orang. Beliau berdua adalah tangan kanan dan tangan kiri wali qutub yg juga menjadi calon pengganti wali qutub saat mangkat.

3. Wali Hawariyyun yg jumlahnya cuma 2 orang. Mereka yg tergolong ini adalah mereka yg dengan kedalaman ilmunya menjadikan hujjah dalam setiap perjuangannya. Konon katanya KH. Zaini Abdul Mun’im pendiri pesantren  Nurul Jadid dan KH.  Badri Masduqi berada di maqom ini. Wallahu a’lam bishshowab.

3. Wali Autad yg jumlahnya 4 orang. Mereka ini menjadi benteng moralitas umat di 4 arah. Utara, timur, selatan dan barat.

4. Wali Abdal yg jumlahnya ada 7 orang. Mereka ini merepresentasi dari 7 nabi yg berada di 7 lapis langit.

5. Wali Rijalul Ghoib yg jumlahnya 10. Mereka ini menghilang dari pandangan manusia dan berkumpul di gunung qof. Salah satu yg berada di maqom ini adalah kyai Masduqi bin kyai Miftahul Arifin ayahanda kyai Badri Masduqi pendiri pesantren Badridduja.

6. Wali Budala’ yang jumlahnya 15 orang. Mereka ini tergolong wali yg punya kelebihan istijabah do’anya walaupun dgn do’a yg pendek2. Konon katanya yang beradq di maqom ini adalah kyai Hasyim Meno pendiri pesantren Nurul Qodim. Beliau kalau mendoakan tamunya cukup dengan ucapan “selamet” 3x dan ternyata qabul do’anya. Wallahu a’lam bishshowab.

Dan ada juga pangkat kewalian yg tdk termasuk dalam jumlah 550 di atas, seperti :

1.  Wali Malamiyah. Kelompok ini tdk terhitung jumlahnya. Wali ini digambarkan sebagai sosok yg tdk lazim dgn aturan2 kebiasaan manusia.

Wali semacam ini biasanya lbh senang dicela daripada dipuji. Biasanya mereka memakai baju compang camping,  rambut berantakan dan hampir menyerupai orang gila.  Konon katanya Ra Lilur yg wafat kemarin itu berada di maqom ini. Wallahu a’lam bishshowab.

Jadi wajarlah kalau kepergian Ra Lilur menyisakan kesedihan bagi masyarakat sekitarnya.

Selamat Jalan Loraku sekaligus guru bangsaku…

Disadur dari kitab “jaami’u karaamaatil aiyaa'” karya syeikh Yusuf bin Ismail an Nabhani.

 

Publisher Abdullah Afyudi

Categorised in:

No comment for Saat Air Mata Menjadi Saksi Abadi Kepergian Sang Wali Ra Lilur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *